Perusahaan Bisnis Informatika Telkom Indonesia




PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, atau yang dikenal dengan nama Telkom Indonesia merupakan sebuah perusahaan informasi dan komunikasi yang berdiri sejak 23 Oktober 1856.Telkom Indonesia bergerak pada sektor telekomunikasi serta penyedia jasa dan jaringan secara lengkap di Indonesia. Telkom mengukuhkan dirinya sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta.

Perusahaan yang memiliki kantor pusat di Jalan Japati No. 1, Bandung, Jawa Barat ini, pada awalnya merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan pada tahun 1884. Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Telkom diubah menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”).

Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah menjual saham Telkom yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) (dahulu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya).
Penawaran dan pencatatan di New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE) atas 700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (ADS). 

Profit Telkom Indonesia

Di tengah persaingan yang semakin ketat, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk  mampu mencatatkan kinerja cemerlang. Sepanjang semester I-2019  laba bersih emiten berkode saham TLKM yang merupakan anggota indeks Kompas100 ini   tumbuh hingga 27,4% dibandingkan periode  sama tahun lalu.

"Sepanjang semester I-2019, pendapatan konsolidasi tumbuh 7,7%. Hal tersebut menunjukkan kinerja yang kian sehat dengan profitabilitas semakin baik, karena mampu menghasilkan persentase pertumbuhan laba bersih jauh di atas persentase pertumbuhan pendapatan. Ini akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan sustainability perusahaan.

Telkom mencatat laba bersih di semester pertama 2019 sebesar Rp 11,08 triliun. Pendapatan konsolidasi perseroan ini tercatat sebesar Rp 69,35 triliun, tumbuh 7,7% year on year (yot) dengan Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) meningkat 16,9% menjadi Rp 33,12 triliun. Pencapaian ini tak lepas dari fokus Telkom terhadap mesin utama pertumbuhan, yakni bisnis digital, yang konsisten tumbuh dan menunjukkan kinerja positif.   

Pendapatan bisnis digital naik 22,6% yoy menjadi Rp 48,29 triliun. Kontribusi bisnis digital juga meningkat menjadi 69,6% dari total pendapatan pada semester I-2019. Sekadar peerbandingan, kontribusi pada periode yang sama tahun lalu  sebesar 61,2%. Pendapatan bisnis digital terdiri dari pendapatan layanan konektivitas broadband sebesar Rp 38,7 triliun atau tumbuh 24,4% dan layanan digital sebesar Rp9,59 triliun atau tumbuh 15,6%. 

Entitas anak usaha Telkom, Telkomsel yang saat ini tengah fokus terhadap bisnis digital juga menunjukkan kinerja yang semakin baik dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 45,11 triliun, EBITDA Rp 24,23 triliun dan laba bersih Rp 12,71 triliun. Adapun pertumbuhan masing-masing sebesar 5,5%, 9% dan 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Dari sisi operasional, Telkomsel memiliki 167,8 juta pelanggan. Lalu lintas data mengalami peningkatan yang meningkat cukup tajam hingga 56,% menjadi 2.961 petabyte.  Untuk mengembangkan infrastruktur digital Telkomsel juga telah membangun 15.117 base transceiver station (BTS) berbasis 4G pada semester I-2019 ini. Sehingga total BTS 4G Telkomsel menjadi sebanyak 71.789 unit. Hingga saat ini, Telkomsel memiliki 204.198 unit BTS dengan 75,4% di antaranya adalah BTS 3G dan 4G/LTE. 

Layanan triple play IndiHome turut menunjukkan kinerja yang semakin kuat baik finansial maupun operasional. Pendapatan IndiHome melonjak 61,5% menjadi Rp8,8 triliun. Selain itu, sepanjang tiga  bulan terakhir IndiHome berhasil menambah 479.000 pelanggan baru dengan total pelanggan hingga Juni 2019 menjadi 6 juta atau tumbuh 45,1% dibanding semester pertama tahun lalu.




Daftar Pustaka

 

Komentar

Postingan Populer